Powered By Blogger

Selasa, 27 September 2016

            MENGENAL TATANAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MAMASA

Dalam kehidupan sosial masyarakat Mamasa dikenal 4 macam tradisi yakni :
I.                 Basse Lembang
II.               Kabeasaan
III.             Sangka
IV.            Aluk

I.BASSE LEMBANG
      Basse Lembang adalah keputusan-keputusan dari hasil muyawarah para pendahulu di Mamasa. Keputuan tersebut antara lain struktur dan pembagian tugas para penguasa diberbagai wilayah yang selanjutnya disebut Ada’. Ada’ merupakan penguasa tertinggi di daerah itu sedangkan wakilnya disebut Bali Ada’ dan dibantu beberapa bidang seperti Toma’kada, Pa’bisara, Tomatua Tondok.

II.KABEASAAN
            Kabeasaan adalah berbagai macam keputusan hasil musyawarah para penguasa yang sebagaimana diuraikan pada bagian pertama, dimana kabeasaan ini mengatur hal-hal yang berkaitan dengan bidang pemerintahan maupun ekonomi dan sosial.

III.SANGKA”
            Para penguasa yang telah terbentuk melaksanakan musyawarah untuk menghasilkan keputusan  sebagai perangkat hukum yang akan mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Hukum tersebut dilaksanakan oleh penguasa tertinggi (adat).

IV.ALUK
            Aluk adalah keyakinan atau kepercayaan yang mengatur kehidupan spiritual masyarakat dalam berhubungan dengan sang pencipta (dewata).Dalam implementasinya, aluk (pangngalukan) dapat dibagi atas 5 macam yakni :

1.Aluk Pa`banuaan (mendirikan rumah)
2.Aluk ukusan rupa tau (kelahiran anak)
3.Aluk Pa`kurru`sumangasan (pengucapan syukur)
4.Aluk Pa`totiboyongan (pekerjaan sawah)
5.Aluk Pa`tomatean (upacara kematian)

Dalam melaksanakan pangngalukan diatas masing-masing jenis dipimpin oleh petugas tertentu yang telah ditetapkan oleh penguasa (adapt) Setiap pelaksanaan upacara pangalukan di atas selalu ditandai dengan pemotongan hewan.

1.Aluk Pebanuaan (mendirikan rumah)
Pembangunan rumah di kalangan masyarakat Mamasa melalui tahapan-tahapan tertentu yang selalu ditandai dengan pemotongan hewan. Disamping mengikuti aturan tertentu, juga senantiasa memperhatikan waktu yang dianggap baik menurut perhitungan bulan di langit. Tahapan-tahapan pembangunan rumah sebagai berikut :
a.Pa`lellengan kayu (menebang kayu ramuan rumah) dilakukan dengan memotong seekor ayam.
b.Pangngangkusan kayu (mengangkut ramuan rumah) memotong seekor anjing dan seekor ayam.
c.Randuk mantara (memulai pekerjaan ramuan) dengan memotong seekor ayam dan seekor babi atau anjing.
d.Ma`loppo` (memulai pekerjaan melobangi kayu) dengan memotong seekor ayam.
e.Ma`rantean (meratakan lokasi pembangunan rumah) dengan memotong tiga macam hewan yakni satu ekor ayam, satu ekor anjing dan satu sampai tiga ekor babi. Pemotongan tiga jenis hewan in I disebut ma`tallu rara.

2.Ukusan Rupatau
Kelahiran seorang anak sampai beranjak dewasa senantiasa diikuti dengan tahapan-tahapan upacara (pesta). Upacara ini tergolong Rambutuka` (kebahagiaan). Upacara Ukusan Rupatau ini dipimpin oleh seseorang yang disebut Toburake dan Toma`gandang dan dalam pelaksanaannya diawasi oleh adat. Tahapan upacara sebagai berikut:
a.Dipalangngan para adalah upacara yang dilaksanakan pada saat seorang anak baru lahir dengan memotong seekor ayam. Upacara ini bermakna doa dan pengharapan agar kelak sang anak menjadi manusia yang bermartabat, berakal budi dan menjalani kehidupan dengan penuh keberuntungan.
b.Passo`dokan, upacara ini dilaksanakan ketika anak telah berusia beberapa bulan sebagai tanda sykur bila sang anak memasuki awal gerakan motoriknya. Upacara ditandai dengan pemotongan seekor ayam.
c.Dipaisungngi yakni upacara yang dilaksanakan ketika sang anak telah berusia 1-2 tahun yang bermakna meletakkan dasar kehidupan yang baik kepada sang anak. Dilakukan pemotongan seekor babi.
d.Dipelambei adalah upacara yang dilaksanakan apabila anak tersebut telah beranjak dewasa yang bermakna permohonan agar sang anak diberkati oleh sang penciptanya dalam memasuki kehidupannya sebagai manusia yang telah dewasa. Dalam upacara ini dilakukan pemotongan satu ekor babi dan empat ekor ayam.
e Setelah melalui keempat tahapan diatasmaka yang terakhir adalah upacara ucapan terima kasih kepada sang penciptanya yang disebut umpande totumampana. Dilakukan penyembelihan seekor ayam.

Sumber : Tulisan Alm L. Tuto Demmattayan (Tondok Bakaru Rambusaratu)


BERSAMBUNG............................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar