Rambusaratu
Bannang Dirangga Toma'dodo Sambu' Toma' Tekken Dipappa'
Sabtu, 15 April 2017
Selasa, 04 April 2017
ANGGREK SPECIES MAMASA SULAWESI BARAT
Anggrek ini termasuk dalam kelas dendrobium yang kebetulan saya dapatkan di Kec. Sumarorong pada tanggal 24 maret 2017 melalui ekspedisi anggrek lintas mamasa. anggrek ini saya beri nama dendrobium Arisan sekarang anggrek itu telah tumbuh subur di halaman rumahku...
Coelogyne Andre saya temukan di sumarorong Kab. Mamasa tanggal 24 maret 2017 dan anggrek ini masuk dalam keluarga anggrek coelogyne pandurata (anggrek Hitam)
Coelogyne Andre saya temukan di sumarorong Kab. Mamasa tanggal 24 maret 2017 dan anggrek ini masuk dalam keluarga anggrek coelogyne pandurata (anggrek Hitam)
Senin, 20 Februari 2017
Pemugaran Rumah adat Rambusaratu di Tondok Bakaru Mamasa
Pemugaran rumah adat Rambusaratu di Tondok Bakaru Mamasa menelan biaya 450,000.000,- dengan pengerjaan selama 4 bulan dari bulan 10 2016 - bulan pebruari 2017
Kamis, 20 Oktober 2016
Ketua-Ketua Adat di Rambusaratu
I. Goali Padang
II. Gayang
III.Sambokaraeng
IV. Dessiande
V. Buntulayuk
VI. Demmanggesa
VII. Arruan Pasau
II. Gayang
III.Sambokaraeng
IV. Dessiande
V. Buntulayuk
VI. Demmanggesa
VII. Arruan Pasau
Jumat, 14 Oktober 2016
Tondok Bakaru atau Rambusaratu
Tondok Bakaru yang selama ini kita kenal yang terletak di desa Tondok Bakaru Kecamatan Mamasa sesungguhnya adalah Pusat Pemerintahan Kehadatan Rambusaratu.
Menurut sejarah bahwa kampung ini adalah kampung ke dua setelah kampung kuse di desa rambusaratu (sekarang) sehingga nenek moyang mamasa memberi nama Tondok Bakaru artinya kampung yang baru setelah kampung kuse,
bersambung......
Menurut sejarah bahwa kampung ini adalah kampung ke dua setelah kampung kuse di desa rambusaratu (sekarang) sehingga nenek moyang mamasa memberi nama Tondok Bakaru artinya kampung yang baru setelah kampung kuse,
bersambung......
Selasa, 27 September 2016
MENGENAL
TATANAN KEHIDUPAN MASYARAKAT MAMASA
Dalam kehidupan
sosial masyarakat Mamasa dikenal 4 macam tradisi yakni :
I.
Basse Lembang
II.
Kabeasaan
III.
Sangka
IV.
Aluk
I.BASSE LEMBANG
Basse
Lembang adalah keputusan-keputusan dari hasil muyawarah para pendahulu di Mamasa.
Keputuan tersebut antara lain struktur dan pembagian tugas para penguasa
diberbagai wilayah yang selanjutnya disebut Ada’. Ada’ merupakan penguasa tertinggi di
daerah itu sedangkan wakilnya disebut Bali Ada’ dan dibantu beberapa bidang
seperti Toma’kada, Pa’bisara, Tomatua Tondok.
II.KABEASAAN
Kabeasaan
adalah berbagai macam keputusan hasil musyawarah para penguasa yang sebagaimana
diuraikan pada bagian pertama, dimana kabeasaan ini mengatur hal-hal yang
berkaitan dengan bidang pemerintahan maupun ekonomi dan sosial.
III.SANGKA”
Para
penguasa yang telah terbentuk melaksanakan musyawarah untuk menghasilkan
keputusan sebagai perangkat hukum yang
akan mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Hukum tersebut dilaksanakan oleh
penguasa tertinggi (adat).
IV.ALUK
Aluk
adalah keyakinan atau kepercayaan yang mengatur kehidupan spiritual masyarakat
dalam berhubungan dengan sang pencipta (dewata).Dalam implementasinya, aluk
(pangngalukan) dapat dibagi atas 5 macam yakni :
1.Aluk Pa`banuaan (mendirikan rumah)
2.Aluk ukusan rupa tau (kelahiran anak)
3.Aluk Pa`kurru`sumangasan (pengucapan syukur)
4.Aluk Pa`totiboyongan (pekerjaan sawah)
5.Aluk Pa`tomatean (upacara kematian)
Dalam melaksanakan pangngalukan diatas masing-masing jenis dipimpin
oleh petugas tertentu yang telah ditetapkan oleh penguasa (adapt) Setiap
pelaksanaan upacara pangalukan di atas selalu ditandai dengan pemotongan hewan.
1.Aluk Pebanuaan
(mendirikan rumah)
Pembangunan rumah di kalangan masyarakat Mamasa melalui
tahapan-tahapan tertentu yang selalu ditandai dengan pemotongan hewan.
Disamping mengikuti aturan tertentu, juga senantiasa memperhatikan waktu yang
dianggap baik menurut perhitungan bulan di langit. Tahapan-tahapan pembangunan
rumah sebagai berikut :
a.Pa`lellengan kayu (menebang kayu ramuan rumah)
dilakukan dengan memotong seekor ayam.
b.Pangngangkusan kayu (mengangkut ramuan rumah)
memotong seekor anjing dan seekor ayam.
c.Randuk mantara (memulai pekerjaan ramuan) dengan
memotong seekor ayam dan seekor babi atau anjing.
d.Ma`loppo` (memulai pekerjaan melobangi kayu) dengan
memotong seekor ayam.
e.Ma`rantean (meratakan lokasi pembangunan rumah)
dengan memotong tiga macam hewan yakni satu ekor ayam, satu ekor anjing dan
satu sampai tiga ekor babi. Pemotongan tiga jenis hewan in I disebut ma`tallu
rara.
2.Ukusan Rupatau
Kelahiran seorang anak sampai beranjak dewasa senantiasa diikuti
dengan tahapan-tahapan upacara (pesta). Upacara ini tergolong Rambutuka`
(kebahagiaan). Upacara Ukusan Rupatau ini dipimpin oleh seseorang yang disebut
Toburake dan Toma`gandang dan dalam pelaksanaannya diawasi oleh adat. Tahapan
upacara sebagai berikut:
a.Dipalangngan para adalah upacara yang dilaksanakan
pada saat seorang anak baru lahir dengan memotong seekor ayam. Upacara ini
bermakna doa dan pengharapan agar kelak sang anak menjadi manusia yang
bermartabat, berakal budi dan menjalani kehidupan dengan penuh keberuntungan.
b.Passo`dokan, upacara ini dilaksanakan ketika anak
telah berusia beberapa bulan sebagai tanda sykur bila sang anak memasuki awal
gerakan motoriknya. Upacara ditandai dengan pemotongan seekor ayam.
c.Dipaisungngi yakni upacara yang dilaksanakan ketika
sang anak telah berusia 1-2 tahun yang bermakna meletakkan dasar kehidupan yang
baik kepada sang anak. Dilakukan pemotongan seekor babi.
d.Dipelambei adalah upacara yang dilaksanakan apabila
anak tersebut telah beranjak dewasa yang bermakna permohonan agar sang anak
diberkati oleh sang penciptanya dalam memasuki kehidupannya sebagai manusia
yang telah dewasa. Dalam upacara ini dilakukan pemotongan satu ekor babi dan
empat ekor ayam.
e Setelah melalui keempat tahapan diatasmaka yang
terakhir adalah upacara ucapan terima kasih kepada sang penciptanya yang
disebut umpande totumampana. Dilakukan penyembelihan seekor ayam.
Sumber : Tulisan Alm L. Tuto Demmattayan (Tondok Bakaru Rambusaratu)
BERSAMBUNG............................
Langganan:
Komentar (Atom)
















